Hujan yang datang tanpa pesan
Ia meninggalkan sebuah tanda
Genangan airnya merambat kemana-mana
Tanah basahnya tak mungkin menjadi lupa
Rintiknya tajam menghujam kalbu
Mengiris sembilu
Aku tahu sejak gerimis terakhir
di syairmu yang kau ukir, kabut menggulung sepi
terpenjara getir yang satir
tapi ini bukan hujan penghabisan
sebab ia akan selalu datang tanpa diundang, tanpa diminta
dan tak pernah meninggalkan pesan