Juli 7, 2009
· Disimpan dalam Tak Berkategori
: BR
Ada lagu burung-burung di atas dahan
Ketika pagi membelah cakrawala
Sapuan warna langit merah menyala
Ada yang merekah di sela jari jemari
Kala kusambut senyummu sehangat mentari
Dan rasa yang terbersit dalam hati
Adalah gema takbir Illahi
Kuasa yang hidup dan menghidupkan kita
Dalam langkah yang tak mampu kita pahami
Dan jemari saling terkait
Menapaki hari
Tulus kusambut hangatmu
Dalam percikan nuansa pagi
Bersama lagu burung-burung
Yang hinggap di atas dahan
Juli 2, 2009
· Disimpan dalam Tak Berkategori
Angin menerbangkan bulu-bulumu
menjauh,
meninggalkan luka-luka yang tersia
mengentaskan kelam yang nestapa
Birlah deru lagu berlalu
dienyahkan tapak sang waktu
tapi hidup adalah memberi arti
pada apa yang masih bisa diresapi
Dan aku melarut
dalam resapan sang waktu
Februari 16, 2009
· Disimpan dalam Puisi, sadness
Angin menderu
Saat ditasbihkannya namaku
Di atas gelepar ragamu
Jutaan badai pasir
Berhamburan dalam gema dzikir
Perahu terguncang di pesisir
Lalu diam diantara retak yang lindap
Kandas dalam peluh tak berdekap
Aku mematung dalam senyap
Januari 29, 2009
· Disimpan dalam Puisi
Kusapu ombak yang membelai wajahmu
Ketika angin membawa kabar ke hilir
dinding-dinding pecah
jendela-jendela kaca terbelah
dingin menyentuh ubin rumah
kuseret perahu yang terdampar di pantaimu
kala pasak terbenam jauh di kedalaman buih
dan pada gelombang yang menghantam karang
kukecup asinnya lautmu
Januari 23, 2009
· Disimpan dalam Puisi, cinta, sadness
: MZA
Menatap awan putih
Yang lalu turun menjadi tetes-tetes air
Kita sama terpaku
Di sini, di beranda kata
Tempat di mana kita
tak pernah merasakan asing dan keringnya cuaca
Ketika hujan kata-kata itu jatuh
Luruh di pangkuan waktu
Masih lekat pandangmu di mataku
Ketika kububuhkan tanda titik di ujung kalimatku
Lalu kau gelengkan kepalamu
Dengan lembut, menghapus tiap tiap huruf yang kutulis
Lalu tersenyum kepada angin
Yang alirnya menerbangkan kata-kata usang
Sungguh, aku tak hendak mengaduh
Ketika tanah menyerap segala air yang tergenang di atasnya
Tapi jangan kau usik kata
Yang di dalamnya tengah kuikat sebuah makna
Tegak kau berdiri
Berlalu ditengah derasnya hujan kata-kata
Deru angin mengaburkan pandangku
Namun masih dapat kueja huruf-huruf yang kau tinggalkan dijejakmu
: Mencintai sepenuh hati
Tak mesti harus saling memiliki
Januari 21, 2009
· Disimpan dalam Puisi
Nun….
kulihat bulan merah jambu turun
ditingkap cemara yang mendesir pelahan
kala kabut menyibakkan misteri kelabunya
Nun…
denting lagu yang terdengar kemudian
ditingkap alun senja yang beranjak dewasa
ada seuntai bayang turun di tengah halimun itu
bukan kau, pula aku
tak satupun di antara kita hadir
dalam bayang kabut
Nun…
kucoba lagi mengurai retas-retas masa
yang jatuh – bangun – jatuh lagi
tapi tak jua terbaca ujungnya
Nun…
kutinggalkan jejak
di antara keringnya rerumputan
yang dahaga oleh kemarau
berharap kelak
masa yang mengantarkan kita padanya
kala aku terbenam dijelaga
Januari 21, 2009
· Disimpan dalam Tak Berkategori
Nun….
kulihat bulan merah jambu turun
ditingkap cemara yang mendesir pelahan
kala kabut menyibakkan misteri kelabunya
Nun…
denting lagu yang terdengar kemudian
ditingkap alun senja yang beranjak dewasa
ada seuntai bayang turun di tengah halimun itu
bukan kau, pula aku
tak satupun di antara kita hadir
dalam bayang kabut
Nun…
kucoba lagi mengurai retas-retas masa
yang jatuh – bangun – jatuh lagi
tapi tak jua terbaca ujungnya
Nun…
kutinggalkan jejak
di antara keringnya rerumputan
yang dahaga oleh kemarau
berharap kelak
masa yang mengantarkan kita padanya
kala aku terbenam dijelaga
Oktober 21, 2008
· Disimpan dalam Puisi, sadness
Menetes rindu
satu-satu
sore itu
langkahku ngilu
mengejar lirih bisikanmu
yang asing tertelan derai angin
lalu gemuruh
terbawa petir
gelap di lankahku
tak surut niat mengejarmu
lalu gulita merengkuhku
berputar
berputar dan terus
berputar
BLAAAAAARRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!
Menetes rindu
satu-satu
sore itu
Oktober 18, 2008
· Disimpan dalam cinta
:Budi “Bodhot” Riyanto
Rembulan di genggam tanganku
Kupersembahkan sepenuhnya untukmu
Oktober 18, 2008
· Disimpan dalam cinta
:Budi “Bodhot” Riyanto
Rembulan di genggam tanganku
kupersembahkan sepenuhnya padamu