Malam,
Pekat.
sebatang lilin di tangannya
nyalanya menari dalam gelap
ada kerjap pilu masa lalu
ada binar cinta yang merana
pelan pasti
leleh di tangannya
mengiring detik demi menit
menuju terang mentari
dan seketika lilin itu lenyap
melepuh tangan
dan pelahan diusapkan ke mukanya
: saat semburat kuning datang dari timur cakrawala
Sebatang Lilin
1 Tanggapan sejauh ini »
RSS Komentar · URI Lacak Balik
realylife berkata,
Januari 23, 2008 @ 4:39 am
ehm , semoga lilin tetap akan menerangi kita
o iya saya mau mengundang buat baca tulisan ini
makasih
http://realylife.wordpress.com/2007/12/27/aku-kecil-ya-allah/