Badai yang Singgah di Hatimu
: purnama
Pijar gemintang musnah seketika
Ditiup angin yang kembara
Meluluhlantakkan rasa yang pernah ada
: Ini tentang kita
yang tak bisa mengikat rasa
itu yang pernah kau kata
Tapi di mana
tepi buaian yang pernah kau kenalkan?
Mungkin badai telah menghapus jejaknya
ya ojok mungkan mungkin ta jeng2 . . .
digolek’i bareng yo may . . .
Komentar oleh ebeSS — Mei 16, 2008 @ 2:29 am
Monggo bes, dipun padosi dhateng pundi?
Komentar oleh mayssari — Mei 16, 2008 @ 6:05 am
kalau sudah badai…
mungkin mengungsi bisa jadi alternatif…
Komentar oleh natazya — Mei 18, 2008 @ 6:46 pm
jika badai telah menghapusnya,
tak ada salah nya utk membangunnya kembali..
pilihan ada pada pribadi..
Komentar oleh oRiDo™ — Mei 21, 2008 @ 3:20 am
badai ..?? humm ati2x tsunami .. *ngabur*
Komentar oleh tintin — Mei 21, 2008 @ 3:49 am
badai tropis paling ganas di dunia ini tapi…badai dingin ganas juga……jangan sampai badai deh….
Komentar oleh Yoyo — Mei 21, 2008 @ 6:23 am
Tentang kita? siapa jaa tuh?
klo sy yang baca….berarti sy ikut jg ngga?
slm….
Komentar oleh hafidzi — Mei 21, 2008 @ 4:13 pm
@natazya : iya abis ini ngungsi ke tempatmu ya?
@oRIDO : Iya, mungkin, sudah dibangun lagi. Butuh waktu dan keberanian yang tidak mudah
@tintin : jangan ah, tsunami itu mengerikan loh..
@yoyo : iya, jangan sampai yah?
@hafidzi : lah situ mau ndak? jadi bagian dari “kita”
Komentar oleh paragraphdalamhujan — Mei 22, 2008 @ 4:17 am