Arsip untuk Juli, 2008

Ode untuk Surti

perempuan,

melangkah sendirian

ada merah di matanya

menyala

 

pekat

menyisir langkahnya

saat mathri terbelah

tepat di atas kepalanya

 

perempuan diam

tangannya terkepal

langkahnya terhenti

tepat

di gerbang matahari

 

kecewa

yang bertumpuk

dan terus menumpuk

meninggalkan seonggok luka

membuatnya menjadi singa

 

semua bukan salahnya,

ketika keadaan

memaksanya menerkam sesama

bukankah sudah terlalu banyak korban?

 

dari mereka yang biasa saja

menjadi seorang yang penuh angkara

 

karena ketidakpuasan

 

entah pada siapa

 

Komentar (6) »