perempuan,
melangkah sendirian
ada merah di matanya
menyala
pekat
menyisir langkahnya
saat mathri terbelah
tepat di atas kepalanya
perempuan diam
tangannya terkepal
langkahnya terhenti
tepat
di gerbang matahari
kecewa
yang bertumpuk
dan terus menumpuk
meninggalkan seonggok luka
membuatnya menjadi singa
semua bukan salahnya,
ketika keadaan
memaksanya menerkam sesama
bukankah sudah terlalu banyak korban?
dari mereka yang biasa saja
menjadi seorang yang penuh angkara
karena ketidakpuasan
entah pada siapa