Menetes rindu
satu-satu
sore itu
langkahku ngilu
mengejar lirih bisikanmu
yang asing tertelan derai angin
lalu gemuruh
terbawa petir
gelap di lankahku
tak surut niat mengejarmu
lalu gulita merengkuhku
berputar
berputar dan terus
berputar
BLAAAAAARRRRRRRRRRRRR!!!!!!!!!!
Menetes rindu
satu-satu
sore itu
hidayat berkata,
November 1, 2008 @ 11:32 pm
PESAN JUST PISANG 2 YA??
DIANTAR KE
Mencari Ketenangan ..oke??
didta berkata,
November 7, 2008 @ 2:24 pm
Salam kenal m(_ _)m
Gelandangan berkata,
November 8, 2008 @ 10:36 am
wahhhh sangat indah
Balisugar berkata,
November 14, 2008 @ 2:06 pm
Tak ada yang lebih merdu dari senandung rindu
Balisugar berkata,
November 30, 2008 @ 1:08 pm
Kau masih merindu rupanya ?
balisugar.com berkata,
Desember 28, 2008 @ 4:56 pm
Met Tahun Baru
uki21 berkata,
Januari 8, 2009 @ 4:01 am
mencoba meniggalkan jejak..
bom rindu ya?
wyd berkata,
Februari 10, 2009 @ 3:40 am
wuih yang dirindukan pastilah berbunga2 membaca puisi ini
juno berkata,
Juli 3, 2009 @ 12:27 am
Bahagialah orang yang bisa merindu dan dirindu!
Puisi ini indah dan menawan!