Kusapu ombak yang membelai wajahmu
Ketika angin membawa kabar ke hilir
dinding-dinding pecah
jendela-jendela kaca terbelah
dingin menyentuh ubin rumah
kuseret perahu yang terdampar di pantaimu
kala pasak terbenam jauh di kedalaman buih
dan pada gelombang yang menghantam karang
kukecup asinnya lautmu
dafitawon berkata,
Februari 9, 2009 @ 6:23 am
hmm, mengingatkan pada kenangan lalu
saat ..
gak usah diteruskan
salam kenal
http://firman.web.id