Angin menderu
Saat ditasbihkannya namaku
Di atas gelepar ragamu
Jutaan badai pasir
Berhamburan dalam gema dzikir
Perahu terguncang di pesisir
Lalu diam diantara retak yang lindap
Kandas dalam peluh tak berdekap
Aku mematung dalam senyap
Angin menderu
Saat ditasbihkannya namaku
Di atas gelepar ragamu
Jutaan badai pasir
Berhamburan dalam gema dzikir
Perahu terguncang di pesisir
Lalu diam diantara retak yang lindap
Kandas dalam peluh tak berdekap
Aku mematung dalam senyap
RSS Komentar · URI Lacak Balik
madagumilang berkata,
Februari 16, 2009 @ 3:07 am
lalu kupandangi patung itu
sendunya melenyap di desir
bisikan
salamku
Hejis berkata,
Maret 8, 2009 @ 10:44 pm
kenapa bisa begitu ya…
Salam hangat mbak