Dua matahari di atasĀ kepalanya
Ketika letupan-letupan senjata membahana di tiap sudut-sudut pendengaran
Langkah kian renta
Ketika pintu-pintu pembebasan tak meruang bagi jiwa-jiwa
Yang berkarat, yang sekarat, yang haus darah
Tembol terjal, bukit berbatu, peluh yang berleleran di sepanjang lenguhan
Lelaki tanpa kata-kata
Di sudut kota yang lengas
Masih ada dua matahari
di atas kepalanya..
Hafid Algristian, dr. berkata,
Mei 21, 2011 @ 11:48 pm
ini tentang perjuangan seseorang, kah?
paragraphdalamhujan berkata,
November 22, 2011 @ 5:38 am
Hm….. apa ya?