Hujan

Hujan yang datang tanpa pesan

Ia meninggalkan sebuah tanda

Genangan airnya merambat kemana-mana

Tanah basahnya tak mungkin menjadi lupa

Rintiknya tajam menghujam kalbu

Mengiris sembilu

Aku tahu sejak gerimis terakhir

di syairmu yang kau ukir, kabut menggulung sepi

terpenjara getir yang satir

tapi ini bukan hujan penghabisan

sebab ia akan selalu datang tanpa diundang, tanpa diminta

dan tak pernah meninggalkan pesan

 

2 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    wow.. tentang hujan, yah..

    apa kabar, kawan?
    salam hangat dari surabaya.. :D


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.